Ruyati TKI usia 54 tahun menjadi berita besar karena dia dihukum pancung setelah terbukti bersalah membunuh majikan perempuannya. Semua protes pemerintah di salahkan. Mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat berdemo ….. prihatin. Sayang demonya setelah yang bersangkutan di kubur. Sayang protesnya setelah yang bersangkutan dihukum.
Pemerintah memang perlu ditegur oleh kasus demi kasus, hingga kapan pemerintah sadar dan berbuat. Kasus demi kasus TKW muncul. Mestinya pemerintah menghentikan pengiriman TKW ke Saudi Arabia dan ke tempat lain. Kedengarannya saja para TKW menghasilkan, tetapi musibah yang ditimbulkan lebih dahsyat.
TKW muncul karena para wanita perlu uang. Apa di negeri yang luas dan subur ini pemerintah tidak bisa berfikir untuk membuatkan lapangan kerja bagi para wanita yang ingin bekerja di luar rumah. Dalam ajaran agama wanita kalau keluar harus bersama mahramnya apalagi sampai keluar negeri bertahun-tahun.
Para wanita juga harusnya pandai bersyukur. Jika punya suami syukurilah rezeki yang di dapat suami sehingga rezeki suami bertambah-tambah dan bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Jika merasa kurang-kurang terus beginilah jadinya. Nekat cari uang sampai luar negeri.
Para laki juga bertanggung jawab dong untuk memenuhi kehidupan keluarga. Masak istri atau anak perempuan dibiarkan cari uang sampai luar negeri.
Korban tewas TKW atau TKI di luar negeri sudah banyak. Akankah kita tetap menunggu korban berikutnya? Satu demi satu rakyat tewas karena mencari uang di luar negeri. Mereka mencari uang bukan untuk mencari mati. Tetapi mereka mencari uang agar hidup cukup dan bahagia. Kok malah jadi mati??!! Atau memang benar pernyataan selama ini,”mati-matian cari uang”, “cari uang sampai mati!”. Masya Allah.






